The 18th ASEAN Summit: what will be achieved?
Pertemuan Puncak ASEAN ke-18 yang diadakan di Jakarta, Indonesia telah berlangsung sejak tanggal 4 Mei lalu dan secara resmi akan dibuka pada 7 Mei 2011. Pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan dari kesepuluh negara anggota ASEAN ini rencananya akan membahas tentang pencapaian Komunitas ASEAN 2015 dan diharapkan dapat menghasilkan rumusan bersama guna mendukung dan mengakselerasi terwujudnya Komunitas ASEAN 2015. Dalam pertemuan ini, para pemimpin ASEAN juga diagendakan untuk berdialog dengan negara-negara partner ASEAN, yaitu Jepang, Cina, Korea, Australia dan Selandia Baru.
Tentunya masing-masing negara akan membawa kepentingan masing-masing dan memperjuangkannya dalam forum agar bisa mencapai kepentingannya tersebut. Pertemuan Puncak ASEAN juga seringkali dimanfaatkan oleh negara-negara partner ASEAN untuk menjalin hubungan yang menguntungkan dengan ASEAN seperti yang dilakukan Cina pada Pertemuan Puncak ke-10 yang lalu hingga akhirnya dapat menghasilkan AFCTA.
Sebagai Ketua ASEAN 2011, Indonesia memiliki tiga prioritas utama, yaitu: memastikan kemajuan penting untuk mencapai Komunitas ASEAN tahun 2015, memperkuat kohesi ASEAN serta meningkatkan kerjasama dengan Asia Timur, dan memastikan perjanjian regional yang dapat memberikan kontribusi kepada dunia internasional. Rekomendasi yang diajukan oleh Indonesia tersebut mendapat tanggapan yang cukup baik dari negara-negara ASEAN lainnya.
Hingga pertemuan hari ini, nampaknya negara-negara ASEAN lebih fokus pada penguatan ekonomi regional meskipun rencana kerjasama keamanan untuk menanggulangi kejahatan perompak juga sempat dibahas. Hal ini tentunya cukup beralasan mengingat masing-masing negara anggota ASEAN memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan perekonomian nasionalnya. Singapura, Malaysia, Indonesia dan Thailand merupakan anggota ASEAN yang paling berkembang.
Meski demikian, beberapa tantangan seperti masalah pelanggaran HAM di Myanmar, konflik bilateral terkait dengan hak paten, penganiayaan pekerja rumah tangga, dan pemberantasan korupsi lintas negara masih akan meliputi perkembangan Komunitas ASEAN.
Di samping membahas tentang upaya untuk mewujudkan Komunitas ASEAN 2015, ASEAN juga akan berdialog dengan rekan Asia-Pasifik lainnya, yaitu Jepang, Cina, Korea, Australia dan Selandia Baru. Masing-masing dari negara tersebut nampaknya akan berusaha memperjuangkan kepentigannya masing-masing dalam pertemuan dengan ASEAN.
Jepang, yang pada tanggal 11 Maret lalu dihantam oleh tsunami mengagendakan untuk membahas masalah penanggulangan bencana dan pasokan energi untuk negaranya. Jepang sendiri merupakan importer gas bumi terbesar dari Indonesia. Cina yang telah menggantikan posisi Jepang sebagai raksasa ekonomi terbesar kedua di dunia saat ini masih fokus dalam peningkatan kemampuan militer dalam negeri serta pengembangan pasar untuk produknya ke luar Cina. Sedangkan sebagai salah satu sekutu terdekat AS, Australia nampaknya akan lebih membahas masalah terorisme.
Yang pasti dengan banyaknya kepentingan yang berbeda-beda dari masing-masing negara peserta pertemuan, rasanya akan banyak terjadi perdebatan dalam pertemuan puncak di Jakarta kali ini. Apapun yang terjadi dan apapun kesepakatan yang akan dicapai, harapannya Indonesia dapat menjadi tuan rumah yang baik untuk pertemuan kali ini. (KA-06/05/2011)
Sumber:
Jurnal Nasional edisi Jumat, 6 Mei 2011
http://www.economywatch.com/world_economy
http://www.japantoday.com/category/commentary/view/disaster-response-eme...
http://www.theaustralian.com.au
http://img.antaranews.com/new/2011/01/ori/20110118040005asean.jpg

